Home / Uncategorized / LBH “Pengayoman” Tekankan Pentingnya Identifikasi Potensi Desa melalui Kegiatan KKN Tematik LLDIKTI Wilayah IV di Desa Sukamandi

LBH “Pengayoman” Tekankan Pentingnya Identifikasi Potensi Desa melalui Kegiatan KKN Tematik LLDIKTI Wilayah IV di Desa Sukamandi

Penulis: M. Adam Zafrullah

Pada tanggal 24 Agustus 2023, Lembaga Bantuan Hukum “Pengayoman” Universitas Katolik Parahyangan (LBH “Pengayoman” UNPAR) hadir memberikan penyuluhan hukum dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2023 yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV – Jawa Barat. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Desa Sukamandi, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kegiatan ini terbagi dalam 2 (dua) sesi, yaitu “Meningkatkan Potensi UMKM Melalui Strategi Pemberdayaan dan Sertifikasi Halal” dan “Perancangan Peraturan Desa tentang Pengelolaan Aset Desa”. Partisipan dari kegiatan ini adalah warga Desa Sukamandi dan Perangkat Desa Dayeuhkolot.

Sesi dimulai dengan dengan pemaparan materi oleh salah satu staf LBH “Pengayoman” UNPAR, yaitu Nicolas Wianto yang menjelaskan mengenai cara mengurus legalitas berbagai usaha yang ada di Desa. Nicolas mengawali pemaparannya dengan menjelaskan bagaimana aspek legalitas dari UMKM dan bagaimana cara mendaftarkan UMKM melalui sistem OSS. Selain itu, dijelaskan juga mengenai cara mengurus sertifikasi halal untuk usaha mikro dan kecil. Berikutnya, Nicolas juga menjelaskan pentingnya usaha yang dibuat secara kolektif dalam Desa. Usaha tersebut dapat berupa Koperasi atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Penyampaian materi tersebut berjalan secara interaktif dengan melibatkan peserta diskusi yang langsung menyampaikan pengalaman dan permasalahan yang pernah dialami.

Sesi kedua dilanjutkan dengan metode penyampaian materi dan diskusi permasalahan yang dialami warga oleh Kepala LBH “Pengayoman” UNPAR, yaitu Valerianus Beatae Jehanu, S.H., M.H. Beberapa pokok materi yang disampaikan, yaitu penjelasan tentang aset Desa, jenis aset Desa, bentuk-bentuk aset Desa, status kepemilikan aset Desa, pengelolaan aset Desa, pengamanan aset Desa, pemindahtanganan aset Desa, dan penatausahaan aset Desa. Dalam diskusi tersebut dapat diketahui bahwa kesadaran warga Desa mengenai bentuk-bentuk aset Desa masih terbatas pada bentuk-bentuk fisik seperti tanah dan tempat wisata, serta belum terdatanya aset Desa. Kemudian, pemateri menyampaikan bahwa aset Desa juga dapat berbentuk seperti sumber daya manusia, tanaman yang dapat diolah untuk dijadikan produk tertentu dan lainnya. Pemateri juga menekankan pentingnya  menggali dan mendata potensi-potensi yang dimiliki Desa agar dapat menentukan prioritas aset Desa yang dapat dikembangkan lebih optimal. Setelah paparan materi, partisipan merespons dengan beragam tantangan yang dialami Perangkat Desa dalam mengelola aset Desa. 

Salah satu tantangan yang ditemukan adalah kebutuhan untuk menyusun anggaran Desa yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan namun sekaligus menjawab kebutuhan di Desa. Perangkat Desa dalam kesempatan ini menyampaikan dilema penyusunan anggaran Desa yang seringkali tidak mudah. Pada satu sisi ada aspirasi warga Desa untuk meningkatkan pendapatan desa, namun di sisi lain usulan peningkatan pendapatan Desa tersebut harus tetap mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melalui kegiatan penyuluhan hukum ini, maka diharapkan dapat membuka pandangan baru bagi masyarakat Desa Sukamandi dan Desa Dayeuhkolot dalam mengidentifikasi berbagai potensi yang dimiliki Desa, sehingga dapat dikelola lebih optimal.

Media Kontak:

M. Adam Zafrullah

LBH “Pengayoman” UNPAR

Email: adam.pengayoman@gmail.com

Gambar 1. Pemaparan Materi oleh Valerianus Beatae Jehanu, S.H., M.H. (Sumber: LBH “Pengayoman” UNPAR)