Home / Berita / Penyuluhan Hukum “Memahami Aspek Hukum Cyber Bullying dalam Kehidupan Remaja”

Penyuluhan Hukum “Memahami Aspek Hukum Cyber Bullying dalam Kehidupan Remaja”

Penyuluhan SMAN 2_170208_0071

Segala permasalahan terkait dengan remaja merupakan salah satu fokus perhatian bagi bangsa di dunia. Remaja adalah pemuda yang akan menentukan masa depan suatu bangsa, termasuk Bangsa Indonesia. Permasalahan yang banyak dibahas belakangan ini adalah terkait dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat di dunia, teknologi informasi dan komunikasi memegang peranan yang sangat penting. Sebagai akibat dari perkembangan tersebut, maka lambat laun teknologi informasi dan komunikasi dengan sendirinya mengubah perilaku masyarakat dan peradaban manusia secara global. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, terutama teknologi internet, juga telah menyebabkan dunia menjadi tanpa batas dan menyebabkan perubahan sosial secara signifikan.

Segi positif dari dunia cyber ini tentu saja menambah tren perkembangan teknologi dunia dengan segala bentuk kreatifitas manusia. Tentunya untuk yang bersifat positif kita semua harus mensyukurinya karena banyak manfaat dan kemudahan yang didapat dari teknologi ini, misalnya kita dapat melakukan transaksi perbankan kapan saja, yaitu dengan e-banking. Selain itu kita juga dapat melakukan e-commerce yang memudahkan pembelian maupun penjualan suatu barang tanpa mengenal tempat. Mencari referensi atau informasi mengenai ilmu pengetahuan juga bukan hal yang sulit dengan adanya e-library dan banyak lagi kemudahan yang didapatkan dengan perkembangan Internet.

Tentunya, tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi internet membawa dampak negatif yang tidak kalah banyak dengan manfaat yang ada. Internet membuat kejahatan yang semula bersifat konvensional seperti pengancaman, pencurian, dan penipuan kini dapat dilakukan dengan menggunakan media komputer secara online dengan resiko tertangkap yang sangat minim oleh individu maupun kelompok dengan akibat kerugian yang lebih besar baik untuk masyarakat maupun negara. Contohnya adalah pencurian uang melalui pembajakan rekening bank, penipuan di online shop, dan pengancaman di media sosial.

Perkembangan yang pesat dalam teknologi internet menyebabkan munculnya jenis-jenis kejahatan baru. Cyber bullying merupakan salah satu fenomena yang terjadi karena perkembangan teknologi internet. Pada kenyataanya terdapat banyak kasus baik di luar negeri maupun di Indonesia yang menyangkut tentang cyber bullying. Cyber bullying ini dapat dikatakan sebagai bentuk perluasan dari kejahatan bullying. Cyber bullying ini telah banyak terjadi di Indonesia terutama bagi anak-anak dan remaja, sebagaimana yang diketahui dengan melihat pembahasan di atas, masih banyak anak-anak yang belum mengerti peruntukan internet terutama media sosial, namun sudah banyak yang menggunakannya tentunya dengan pengetahuan yang masih terbatas, sehingga berpotensi menimbulkan cyber bullying.

Dalam hukum Indonesia peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai cyber bullying adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Sebelum adanya UU ITE, peraturan yang sering digunakan adalah Pasal 310 ayat (1) dan (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait penghinaan dan pencemaran nama baik. Namun menurut Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 50/PUU-VI/2008, penghinaan dan pencemaran nama baik yang diatur di dalam Pasal Pasal 310 ayat (1) dan (2) KUHP tersebut tidak dapat digunakan untuk perbuatan cyber bullying. Pada tahun 2016, diterbitkan peraturan baru terkait dengan ITE, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pencegahan terhadap cyber bullying sangatlah penting. Salah satu pihak yang dapat melakukan pencegahan adalah pihak keluarga, sekolah, dan kepolisian. Kepolisian sebagai lembaga yang bertugas untuk melindungi masyarakat serta berwenang menegakkan hukum merupakan lembaga yang dapat melakukan pencegahan sekaligus penanggulangan terhadap cyber bullying.

Cyber bullying merupakan suatu permasalahan yang memerlukan perhatian yang lebih mendalam. Pembahasan terkait aspek hukum dari cyber bullying merupakan hal yang penting untuk didapatkan oleh remaja agar penggunaan teknologi internet menjadi lebih bijak dan menambah pengetahuan untuk mencegah dampak-dampak negatif dari teknologi internet. Oleh karena itulah, kami dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) “Pengayoman” Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) mengadakan Penyuluhan Hukum dengan tema “Memahami Aspek Hukum Cyber Bullying dalam Kehidupan Remaja”.

Materi pelatihan hukum ini dibawakan secara langsung oleh 8 (delapan) orang anggota LBH “Pengayoman” UNPAR (kepala, staf, dan relawan) serta ditujukan kepada siswa/i kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Bandung yang terbagi dalam 8 (delapan) kelas, meliputi kelas X-MIPA 1 hingga X-MIPA 8. Pelaksanaan dari acara penyuluhan hukum tersebut berlangsung secara bertahap selama 3 (tiga) hari mengikuti jadwal kelas Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) yang diasuh oleh Ibu Rita Asmara Mukti, S.Pd.

Kegiatan pelatihan hukum ini terdiri dari 2 sesi, yakni sesi penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Dalam sesi penyampaian materi, setiap anggota LBH “Pengaoman” UNPAR menyampaikan materi mengenai:

  1. Pengertian dan karakteristik Cyber Bullying menurut para ahli;
  2. Jenis-jenis Cyber Bullying menurut ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE);
  3. Ketentuan pidana terkait cyber bullying dalam UU ITE;
  4. Pengertian dan pengaturan berita palsu (hoax) dalam UU ITE;
  5. Dampak dari peredaran berita palsu (hoax);
  6. Ketentuan pidana bagi pembuat dan penyebar berita palsu (hoax) menurut UU ITE;
  7. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyebaran berita palsu (hoax);
  8. Perlindungan hukum terkait cyber bullying bagi remaja;
  9. Pemahaman terkait pelaku dan korban cyber bullying;
  10. Dampak dari cyber bullying.